, ,

FGD Kebijakan Kementerian Keuangan

Dalam rangka menjalin komunikasi yang baik antar pegawai, Bea Cukai Pasar Baru melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) di lingkungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pasar Baru pada Senin (15/06). Forum Grup Discussion kali ini mengangkat tema Kebijakan Keuangan Negara dan Kebijakan Sektor Keuangan sebagai crisis relief dalam menangani pandemi COVID19.

Tema tersebut memiliki korelasi dengan tugas dan fungsi pegawai terkait penerimaan negara di bidang Kepabeanan dan Cukai melalui sektor importasi barang kiriman di wilayah Jabodetabek dan Banten. Selain itu, FGD ini juga berfungsi dalam hal meningkatkan kinerja organisasi, bertukar informasi antar pegawai seputar informasi terkini dalam hal keuangan negara serta memberikan ruang dalam menyampaikan info di lingkungan Kementerian Keuangan/Direktorat Jenderal Bea Cukai agar sampai kepada seluruh jajaran.

Pada kesempatan virtual meeting, dibuka langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Pasar Baru, Kunawi. Dalam kesempatan kali ini, Kunawi menyampaikan bahwa pandemi COVID19 yang terjadi di Indonesia berdampak kepada banyak sektor, salah satunya perekonomian negara. “Pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri, kemungkinan akan terjadi pertumbuhan -2,2% dengan memerhitungankan dampak stimulus pembebasan bea masuk untuk 19 industri”, ungkap Kunawi pada virtual zoom meeting.

Diharapkan dengan FGD kali ini, pegawai dapat lebih memahami keadaan keuangan negara di kalda pandemi COVID19, sehingga dapat meningkatkan pola kerja dalam menumbuhkan perekonomian positif di Indonesia, dengan tetap diimbangi menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja.

Jalin Sinergi, Bea Cukai dengan PT. Pos Indonesia adakan Rapat SPPBMCP terbuka

Bea Cukai Pasar Baru menggelar video conference melalui aplikasi zoom meeting dengan agenda pembahasan penyelesaian SPPBMCP terbuka dan sebagai upaya koordinasi serta sinergi antara Bea Cukai Pasar Baru dengan PT Pos Indonesia terkait kendala yang dialami selama masa transisi PMK 199 dan masa pandemi Covid-19, pada Kamis (04/06). Video conference tersebut diikuti oleh empat puluh tujuh peserta, yang terdiri dari pegawai Bea Cukai Pasar Baru dan PT. Pos Indonesia.

Pada rapat eksternal melalui video conference tersebut membahas terkait terbitnya tagihan SPPBMCP yang belum diselesaikan dalam masa transisi peraturan Menteri Keuangan Nomot 199 tahun 2019 dan di masa pandemik saat ini. Kegiatan rapat ini dilakukan sebagai upaya penyelesaian SPPBMCP yang belum diselesaikan dengan diskusi interaktif Bersama petugas Kantor Pos Serah di wilayah Jabodetabek dan Banten.

Menjelang New Normal, Bea Cukai Pasar Baru Laksanakan Rapid Test

Memasuki ‘’era new normal”, Bea Cukai Pasar Baru telah menyelenggarakan rapid test secara bertahap kepada pegawai di lingkungan Kantor Bea Cukai Pasar Baru yang memiliki risiko tinggi di setiap bidang. Rapid test Covid-19 ini, dilaksanakan di Aula Kantor Bea Cukai Pasar Baru pada Selasa dan Kamis (2/4 Juni 2020).

Sebanyak 36 pegawai melaksanakan anjuran rapid test berdasarkan manajemen risiko selama PSBB berlangsung, dengan rincian dua puluh tiga pegawai melaksanakan rapid test pada hari Selasa, 02 Juni 2020 dan menyusul sebanyak 13 pegawai di hari Kamis, 04 Juni 2020. Rapid tes ini dilaksanakan dua gelombang, guna untuk mengurangi kapasitas ruangan aula, sesuai dengan anjuran pemerintah, yang menegaskan untuk penggunaan ruangan dibatasi menjadi 50% dari kapasitanya.

Pelaksanaan rapid test ini dilakukan, sebelum dilaksanakannya kegiatan transisi ke era new normal yang akan diterapkan mulai Senin 8 Juni 2020, sebagai bentuk rasa aman dan nyaman dalam melakukan tugas dan kegiatan selama Work From Office.

Dari hasil rapid test tahap pertama ini, sebanyak 36 pegawai dinyatakan negative Covid-19. Namun, para pegawai dihimbau agar tetap menerapkan protocol Kesehatan dengan physical distancing atau jaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, dan tentunya pola hidup sehat untuk menjaga imun tubuh tetap baik.