,

Campus Visits Customs

Jakarta – Rabu (27/03), Dalam rangka memperkenalkan dan membangun opini publik mengenai instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, khususnya mengenai barang kiriman luar negeri, Bea Cukai Pasar Baru mengadakan kegiatan visitasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta ke Kantor Bea Cukai Pasar Baru.

Dalam acara yang berlangsung di Aula KPPBC TMP C Kantor Pos Pasar Baru, Kunawi selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pasar Baru memberikan sambutan didepan 60 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta. Pada sambutannya, Kunawi menyampaikan terimakasih atas kesediaan mahasiswa dari Program Studi Manajemen Perdagangan dalam acara kunjungan study tour ke Kantor Bea Cukai Pasar Baru. “harapannya semoga teman-teman mahasiswa dapat menjadi salah satu agen Bea Cukai dalam hal memberikan informasi kepada masyarakat dan menjadi salah satu generasi muda anti narkoba”, ungkap Kunawi dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Kepala Program Studi Manajemen Perdagangan, Drs. Farmansyah Maliki S.E, Muhammad Raditya, dan Sri Handoko selaku Dosen Program Studi Perdagangan STEI. Kepala Program Studi Manajemen Perdagangan, Drs Farmansyah Maliki S.E menyampaikan harapannya dengan dilaksanakannya visitasi ke Kantor Bea Cukai, dapat memberikan gambaran mahasiswa dalam penerapan ilmu pergadangan internasional khususnya proses bisnis barang kiriman luar negeri yang ada di Jabodatabek dan Banten.

Penyampaian materi ketentuan barang kiriman luar negeri yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2018, disampaikan oleh Syafrizal selaku Kasubsi Pengolahan  Data dan Administrasi Dokumen. Sedangkan untuk materi pengawasan impor barang kiriman disampaikan oleh Wahid Nurdi Hamzah selaku Kasubsi Penindakan dan Sarana Operasi. Dalam pemaparan materi tersebut disampaikan aturan pembebasan untuk impor melalui barang kiriman adalah sebesar FOB 75 USD untuk setiap penerima per hari. Disampaikan juga, agar para mahasiswa menjadi salah satu generasi anti narkoba, yang turut serta melindungi diri sendiri maupun masyarakat sekitar terhadap masuknya barang larangan dan pembatasan ke wilayah Indonesia.

Kegiatan Campus Visit Customs dilanjutkan dengan kunjungan ke Tempat Penimbunan Sementara, yang bertempat di lantai 1 Gedung Pos Internasional. Mahasiswa di di perkenalkan mengenai alur dan proses bisnis barang kiriman dari luar negeri. Selain itu, dalam hal tugas Bea Cukai sebagai community protector, tim dari K-9 melakukan aksinya dan mengajak para mahasiswa turut serta dalam demo yang dilaksanakan pada acara Campus Visit Customs hari ini. Tidak ketinggalan, tim dari Mini Laboratorium Bea Cukai Jakarta juga melancarkan aksinya dalam hal mengidentifikasi barang kiriman luar negeri yang masuk ke Kantor Pos Pasar Baru.

Diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan Campus Visit Customs, mahasiswa dapat menjadi agen-agen Bea Cukai dalam memberikan dan membangun opini publik khususnya dalam hal barang kiriman luar negeri.

,

PELAKSANAAN APEL BULAN MARET 2019

Jakarta- Dalam rangka meningkatkan kedisplinan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru, melaksanakan kegiatan apel bulanan yang dilaksanakan tanggal 6 di tiap bulannya.

Dalam kesempatan apel bulan Maret 2019, dipimpin oleh Agus Trissiyanto selaku Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Pasar Baru. Agus menyampaikan dalam meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan di Bea Cukai Pasar Baru, seluruh pegawai harus memperhatikan dan menindaklanjuti keluhan para pengguna jasa, agar tidak terjadi keluhan yang sama kedepannya.

Bea Cukai Pasar Baru yang khusus menangani barang kiriman luar negeri setiap bulannya menangani ribuan paket dan email untuk wilayah Jabodetabek dan Banten.

“Kita sebagai pelayan masyarakat, harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, seperti kecepatan membalas email, keramahan petugas frontdesk, dan kecepatan dalam menerima telepon untuk bravo bea cukai pasar baru”, ungkap Agus pada sambutannya.

Pada apel tersebut, Agus juga memimpin pembacaan Sikap Dasar DJBC  yang diikuti oleh 60 pegawai Bea Cukai Pasar Baru. Sikap Dasar tersebut merupakan salah satu acuan dasar, khususnya untuk para pegawai di lingkungan DJBC dalam bersikap dan bertindak dalam keseharian.

BEA CUKAI PASAR BARU BEKERJASAMA DENGAN BNNP DKI JAKARTA DAN POLRES METRO JAKARTA BARAT GAGALKAN 37.779 BUTIR NARKOBA

Jakarta- Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru berhasil menggagalkan aksi penyelundupan Narkoba jenis ekstasi sebanyak 37.799 butir, yang berasal dari negara Jerman ke alamat di Jakarta Barat. Paket tersebut dikirimkan melalui Kantor Pos Pasar Baru dalam kemasan susu formula dan kemasan makanan.

Dalam press release yang dilaksanakan BNNP DKI Jakarta pada tanggal 4 Maret 2019, Johny Latupeirissa selaku Kepala BNNP DKI Jakarta menyampaikan bahwa melalui analisis intelijen yang dikembangkan oleh tim dari Bea Cukai Pasar Baru, BNNP dan juga Polres Metro Jakarta Barat, mendapati informasi barang bukti narkoba yang akan dikirimkan ke Indonesia melalui jaringan internasional yang dikendalikan oleh bandar narkoba di salah satu lembaga pemasyarakatan di Jakarta.

Petugas Gabungan mendapat informasi mengenai aksi penyelundupan narkoba tersebut pada tanggal 25 Februari 2019 saat paket tersebut tiba di Kantor Pos Pasar Baru Jakarta Pusat dan meneruskan. Berdasarkan laporan tersebut, tim melakukan olah analisis untuk melakukan control delivery ke alamat penerima di daerah Tambora dan Tamansari Jakarta Barat, namun kedua alamt tersebut dipastikan palsu.

“Petugas gabungan mendapat informasi bahwa barang telah tiba di Jakarta, sebanyak dua paket dari Jerman. Kemudian, setelah tiba di Indonesia, barang tersebut terus dipantau”, ungkap Johny.

Hingga, pada tanggal 1 Maret 2019, dua orang berinisial E dan D mengambil dua paket tersebut di Kantor Pos Jakarta Barat, dan oleh petugas gabungan langsung dilakukan penangkapan atas dua orang tersebut beserta barang bukti yang ada.

Deputi Pembentasan BNN, Arman Depari menyampaikan belum dpat dipastikan produksi narkotika tersebut berasal dari negara mana, namun secara umum produsen terbesar ekstasi berada di negara Belanda dan Jerman.