Jakarta (13/09/2018) – Bea Cukai Pasar Baru mengadakan kegiatan Coffee Morning yang pertama setelah naiknya tipologi Kantor Bea Cukai Pasar Baru dari KPPBC Tipe Pratama menjadi KPPBC Tipe Madya Pabean C pada awal bulan Oktober tahun 2017.  Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 30 stakeholder, baik perseorangan yang menggunakan Consignment Note (CN) dan PIBK maupun badan usaha yang menggunakan PIB, serta dihadiri oleh perwakilan dari PT Pos Indonesia. Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB di Hall  KPPBC TMP C Pasar Baru.

Coffee Morning  ini bertujuan untuk menjalin koordinasi dan sinergi yang baik dengan pengguna jasa guna meningkatkan kualitas pelayanan bea cukai terhadap barang kiriman pos internasional.  Dengan mengambil tema“Kenal Lebih Dekat dengan BC Pasar Baru”, kegiatan dikemas secara interaktif dan santai sehingga membuat peserta lebih dekat dan nyaman dalam berkomunikasi dengan pegawai Bea Cukai Pasar Baru.

Pembukaan oleh pembawa acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Kunawi, selaku Kepala Kantor mengawali acara pagi ini.  Selanjutnya adalah sharing session dan tanya jawab antara peserta dengan pegawai Bea Cukai Pasar Baru.  Setiap pernyataan dan pertanyaan dari pengguna jasa akan langsung ditanggapi oleh pegawai pada bidang terkait, sehingga pengguna jasa langsung mendapatkan jawaban dan solusi yang dibutuhkan.

Menyesuaikan dengan tema yang diusung, pada tiap-tiap meja ditempatkan satu perwakilan pejabat Bea Cukai Pasar Baru, yakni empat orang Kepala Seksi, Kepala Subbagian Umum, hingga Kepala Kantor turut menemani pengguna jasa.   Diskusi ringan berlangsung dengan tetap memperhatikan penjelasan dan materi yang diberikan sembari menyantap makanan ringan yang dihidangkan.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa topik juga dibicarakan seperti proses bisnis barang kiriman, efisiensi pelayanan, hingga terkait larangan dan pembatasan.  Bea Cukai Pasar Baru juga menyampaikan sedikit mengenai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2018 terkait penyesuaian tarif PPh pasal 22 impor yang baru berlaku terhadap dokumen pemberitahuan pabean (PIB) yang mendapatkan pendaftaran di sistem Bea Cukai per tanggal 13 September 2018.  Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah antara para stakeholder  dengan pihak KPPBC TMP C Pasar Baru.

Bea Cukai Pasar Baru? Makin Baik!!!

SINERGI BEA CUKAI, PT POS INDONESIA DAN POLDA METRO JAYA, AMANKAN NEGARA DARI PENYELUNDUPAN NARKOBA

Jakarta (10/09/2018) –  Sinergi positif aparat pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran narkotika di Indonesia kian gencar dilakukan. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar para aparat penegak hukum dapat bersinergi mengamankan Indonesia dari peredaran narkotika yang kian marak terjadi. Para sindikat yang kerap mencoba menyelundupkan narkotika di Indonesia terus mencari celah, sehingga aparat pemerintah tidak boleh lengah. Sepanjang tahun 2018, sinergi positif antara Bea Cukai Pasar Baru, Polda Metro Jaya dan PT Pos Indonesia berhasil mengungkap jaringan penyelundup berbagai macam jenis narkotika di wilayah Jabodetabek dan Banten, di antaranya adalah 719,8 gram Methamphetamine, 50.000 butir Ekstasi, 4 Kg Daun khat, 4 Kg Ketamine dan 30.000 butir Happy Five yang diselundupkan dengan berbagai macam upaya dan modus melalui barang kiriman pos untuk mengelabuhi petugas.

Pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika oleh tim gabungan tersebut bermula saat penggagalan upaya penyelundupan 4 Kg Daun Khat/Katinon pada Rabu (17/1). Petugas mencurigai satu paket dari negara Ethiopia dengan alamat tujuan Jakarta Pusat yang tiba di Kantor Pos Pasar Baru pada Senin (15/1) dan segera melakukan pemeriksaan mendalam dan uji sample di Laboratorium Bea Cukai Jakarta. Hasilnya barang dalam paket tersebut merupakan daun kering dari tanaman Khat yang mengandung katinon. Bea Cukai kemudian berkoordinasi dengan Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk melakukan controlled delivery di sekitar Kantor Pos Jakarta Pusat, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

 

Senin (29/1), Petugas kembali mencurigai sebuah paket dari negara Belanda dengan alamat Jakarta Pusat, kecurigaan tersebut bermula dari pemeriksaaan oleh petugas atas serbuk di dalam kotak yang disamarkan dengan makanan ringan dan cokelat. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam dan uji sample laboratorium, hasilnya serbuk tersebut merupakan ketamine seberat 2 Kilogram. Bea Cukai kemudian berkoordinasi dengan Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Jumat (4/5), petugas kembali mengamankan 2 (dua) buah paket dari negara Belanda yang berisi butiran berbentuk tablet yang dicurigai merupakan ekstasi. Kedua paket tersebut disinyalir berisi Ekstasi yang disembunyikan ke dalam beberapa kotak kardus makanan yang disamarkan dengan berbagai macam cokelat dan oatmeal. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam dan uji sampel laboratorium, hasilnya tablet tersebut tersebut positif merupakan ekstasi sebanyak 50.000 butir pada kedua paket tersebut. Petugas kembali berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk melakukan controlled delivery di sekitar Kantor Pos Jakarta Barat. Hasil dari kegiatan controlled delivery tim gabungan Bea Cukai Wilayah Jakarta, Bea Cukai Pasar Baru, PT Pos Indonesia, dan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 10 orang tersangka.

 

Seakan tak kapok, para penyelundup terus mecoba segala upaya untuk memasukkan narkoba ke wilayah Indonesia, terbukti pada Jumat (18/5), petugas kembali mencurigai dua paket berisi pil dari negara Taiwan,  Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam dan uji sample laboratorium, hasilnya tablet tersebut positif merupakan Happy Five sebanyak 30.000 butir pada kedua paket tersebut. Petugas segera kembali berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Selasa (19/7), petugas mendapati satu kiriman pos yang mencurigakan dari India yang beralamatkan di Pondok Aren, Tangerang. Dengan disaksikan oleh petugas PT Pos Indonesia, petugas Bea Cukai memeriksa kiriman pos yang kedapatan berisi empat pasang sandal wanita dan beberapa pakaian. Setelah dilakukan penelitian mendalam, petugas Bea Cukai menemukan barang yang disembunyikan dalam sol sandal wanita yang diduga narkotika dan setelah dilakukan uji lab, barang tersebut kedapatan positif narkotika jenis Methampetamine seberat 400 gram. Untuk melakukan koordinasi mengenai controlled delivery, kiriman pos tersebut diserahterimakan kepada Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada tanggal 20 Juni 2018. Dua hari kemudian, tepatnya 22 Juni 2018 sekitar pukul 13.30 WIB bertempat di Kantor Pos Ciputat, Tangerang Selatan, tim gabungan Bea Cukai Wilayah Jakarta, Bea Cukai Pasar Baru, PT Pos Indonesia, dan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang berinisial SW, SY, dan BS.

 

Pemasukan narkotika ke wilayah Indonesia secara ilegal terulang kembali pada hari Senin (25/6). Kiriman pos yang berasal dari India ini berisi mesin pompa air yang didalamnya disembunyikan Methampetamine seberat 319,8 gram dan diserahterimakan kepada Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada tanggal 26 Juni 2018. Berbeda dengan sebelumnya, tujuan kiriman ini di wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat. Selasa (3/7) pukul 15.00 WIB, bertempat di Loket Pengambilan Paket Luar Negeri Kantor Pos Jakarta Pusat, tim gabungan Bea Cukai Wilayah Jakarta, Bea Cukai Pasar Baru, PT Pos Indonesia, dan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah mengamankan 5 orang tersangka yang berinisial JW, AD, AP, IW, dan DK.

Tidak berhenti sampai disitu, Kamis (9/8) upaya penyelundupan ketamine kembali terjadi, petugas kembali mencurigai paket yang berisi serbuk yang disamarkan dengan makanan dari negara Belanda. Benar saja, setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam dan uji sampel laboratorium, serbuk tersebut positif mengandung Ketamine seberat 2 Kilogram. Dan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

 

Dengan maraknya peredaran narkotika di wilayah Indonesia membuat aparat pemerintah harus saling bahu membahu untuk menanggulanginya, Sinergi antar instansi pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini. Sinergi yang dilakukan oleh Bea Cukai Pasar Baru, PT Pos Indonesia dan Polda Metro Jaya merupakan wujud meningkatkan kewaspadaan terhadap pengawasan kiriman pos luar negeri dalam mencegah upaya pemasukan narkotika ke dalam wilayah Indonesia.