PERESMIAN KENAIKAN TIPOLOGI MENJADI KPPBC TIPE MADYA PABEAN C KANTOR POS PASAR BARU

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kinerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Rabu, 6 Desember 2017, KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru resmi naik tipologi menjadi KPPBC Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru. Naiknya tipologi kantor menjadi sebuah keniscayaan untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (trade fasilitator, industrial assistance, community protector, revenue collector), meningkatkan pemberian pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai, serta meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi guna mewujudkan good governance pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

 

        

 

 

Tepat pada hari Rabu, 6 Desember 2017, KPPBC Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru turut mengundang Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta, Para Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai di lingkup wilayah DJBC Jakarta, Perwakilan Pegawai Kantor Pusat DJBC, Perwakilan PT Pos Indonesia Regional IV Jakarta, Kepala BNN, Kapolsek Sawah Besar, Kepala Karantina Hewan dan Tumbuhan, Perwakilan BPOM, Perwakilan Kejaksaan, Perwakilan Pengguna Jasa dan tamu undangan lainnya. Untuk memeriahkan acara tersebut, KPPBC Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru menampilkan kesenian budaya Betawi, Marawis dan Palang Pintu yang berasal dari Tanah Abang. Oentarto Wibowo, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta tak luput dalam kegiatan palang pintu dengan menjadi ‘pengantin’ yang akan memotong pita dan menandatangani plakat peresmian kenaikan tipologi kantor Bea Cukai Pasar Baru.

 

 

“Harapan kami dengan adanya kenaikan tipologi kantor diantaranya meningkatkan pengawasan dalam impor kiriman pos dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya yang melakukan importasi melalui kantor pos”, ujar harapan Kunawi, Kepala KPPBC TMP C Kantor Pos Pasar Baru.

 

BUKU APA SAJA YANG MENDAPATKAN PEMBEBASAN?

Berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan No. 17 Tahun 2006 Pasal 25 ayat 1 Huruf C tertulis bahwa buku ilmu pengetahuan mendapatkan pembebasan bea masuk, dengan tujuan untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dengan memberikan fasilitas berupa pembebasan bea masuk atas buku ilmu pengetahuan. Tetapi tidak semua jenis buku mendapatkan fasilitas pembebasan, berikut informasinya:

*Buku yang diberikan pembebasan:
– Buku Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
– Buku Pelajaran Umum
– Buku Ilmu Pengetahuan Lainnya
– Kitab Suci
– Buku Pengetahuan Agama

*DIKECUALIKAN
– Buku Hiburan
– Buku Roman Populer
– Buku Sulap
– Buku Iklan
– Buku Promosi Suatu Usaha
– Buku Katalog Diluar Keperluan Pendidikan
– Buku Karikatur
– Buku Horor
– Buku Komik
– Buku Reproduksi Lukisan

 

KEPATUHAN IMPORTIR MENINGKAT SEJAK DITERAPKANNYA PROGRAM PENERTIBAN IMPOR BERISIKO TINGGI

JAKARTA (18/10/2017) – Program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) merupakan langkah nyata Bea Cukai dalam menjawab tantangan masyarakat yang menginginkan perdagangan ilegal dapat diberantas. Setelah berjalan selama tiga bulan, yaitu semenjak deklarasi bersama dicanangkan oleh Bea Cukai, Polri, TNI, Menko Perekonomian, PPATK, Kejaksanaan, KPK, dan KSP pada 12 Juli 2017, program ini telah menunjukkan beberapa dampak positif, antara lain berupa peningkatan kepatuhan importir berisiko tinggi yang tercermin dari kenaikan nilai deklarasi serta pembayaran per PIB.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengungkapkan di awal tahun, Bea Cukai bersama Direktorat Jenderal Pajak telah berkolaborasi dalam meningkatkan pengawasan fiskal terhadap importir. Menurutnya, hasilnya dapat dilihat antara lain dari jumlah pemblokiran yang dilakukan. “Pemblokiran dilakukan terhadap 674 importir berisiko tinggi di triwulan I tahun 2017 dan 65 importir berisiko tinggi di triwulan II tahun 2017 berdasarkan hasil kerja sama dengan Pajak,” jelasnya.
Heru menjelaskan bahwa perubahan ke arah yang positif sudah terlihat. Sebanyak 348 importir diantaranya saat ini telah dapat melakukan kegiatan kembali setelah memenuhi kewajiban perpajakannya,” katanya.

Hingga Oktober 2017, terdapat peningkatan rata-rata devisa (taxbase) sebesar 39,4% per dokumen impor, dan peningkatan pembayaran pajak impor (bea masuk dan PDRI) sebesar 49,8% per dokumen impor. “Kami berharap sinergi dan dukungan dari berbagai pihak tetap dapat terjaga agar program PIBT yang telah berjalan dapat semakin mendorong praktik perdagangan yang sehat dan fair,” pungkas Heru.

SURVEY KEPUASAN LAYANAN BRAVO BEA CUKAI 1500225

 

Sebagai wujud upaya peningkatan kualitas layanan, dimohon dengan hormat untuk meluangkan waktu mengisi Survei Kepuasan Layanan Contact Center Bravo Bea Cukai 1500225. Partisipasi anda sangat diharapkan sebagai masukan, kritik, dan saran agar kami tetap dapat menjaga komitmen untuk selalu memberikan layanan bea cukai makin baik.

Survey dapat diisi melalui link berikut bit.ly/surveibravo2017  , Terimakasih atas partisipasi saudara.

UPACARA PERINGATAN HARI BEA DAN CUKAI KE-71

Dalam memperingati Hari Bea dan Cukai ke-71 yang jatuh pada tanggal 1 Oktober, para pegawai KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bea dan Cukai. Upacara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB bertempat di halaman depan KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru dan dihadiri oleh seluruh pegawai. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kepala Subseksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru.

Dengan mengusung tema “Kerja Giat Untuk kesejahteraan Rakyat”, diharapkan seluruh jajaran pegawai pada lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan kinerja yang maksimal dalam hal peningkatan penerimaan negara untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

HARI BATIK NASIONAL

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh tanggal 2 Oktober, dengan adanya Hari Batik Nasional diharapkan seluruh jajaran pegawai Bea dan Cukai Indonesia dapat melestarikan salah satu budaya asli Indonesia yakni berbatik. Dengan berpakaian Batik pada saat melakukan tugas, bukan hanya sekadar berpakaian semata, dan bukan hanya mempercantik diri, tetapi kita menunjukkan identitas kita sebagai Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai budaya. Selamat Hari Batik Nasional!