BEA CUKAI PASAR BARU MUSNAHKAN BMN TAHUN 2021 SENILAI Rp. 391.447.320,-

Jakarta- Bea Cukai Pasar Baru menyelenggarakan acara Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) tahun 2021 pada, Rabu (25/08). Kegiatan pemusnahan tersebut bertempat di Aula Bea Cukai Pasar Baru Gedung Pos Ibukota Lantai 3 Jakarta Pusat.

Pemusnahan Barang Milik Negara ini dilakukan dalam rangka  tidak dapat dipenuhinya izin impor dari instansi terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Polri, Karantina dan barang-barang yang ditegah oleh Bea Cukai Pasar Baru dengan alasan barang tersebut merupakan larangan dan/atau pembatasan (lartas) kesusilaan atau mengandung unsur pornografi, barang yang melebihi batasan pembebasan cukai, dan barang yang tidak diselesaikan kewajiban kepabeanannya atau barang yang ditolak oleh penerima barang yang disimpan dalam waktu lebih dari 60 hari.

BMN tersebut telah mendapatkan persetujuan pemusnahan sesuai dengan Surat Persetujuan Menteri Keuangan tentang Persetujuan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru, terdiri atas barang asusila, busur, anak panah, senjata, part senjata, part kendaraan, barang bekas dan kotak kosong, alat kesehatan, kosmetik, obat-obatan, handphone dan aksesorisnya, sepatu, barang kena cukai dengan kondisi barang keseluruhan rusak, serta tanaman, tumbuhan lainnya, olahan daging dan hewan lainnya yang memerlukan izin karantina.

Kegiatan pemusnahan dihadiri oleh tamu undangan dari Kantor Wilayah DJBC Jakarta, PT.Pos Indonesia, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Polres Metro Jakarta Pusat, Balai Besar POM Jakarta, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan pegawai Seksi Penindakan dan Penyidikan dan Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis KPPBC TMP C Kantor Pos Pasar Baru. Acara pemusnahan BMN Tahun 2021 ini dimulai dengan pemberian kata sambutan oleh Kepala Bea Cukai Pasar Baru, Setiaji Tenggamus dan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan oleh Kepala Bea Cukai Pasar Baru bersama dengan Kepala Kantor Pos SPP Jakarta 10900, Kepala Balai Besar POM Jakarta, Dokter Hewan Karantina Muda Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan dan Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Bea Cukai Pasar Baru.

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan barang eks kepabeanan dan cukai dengan total perkiraan nilai barang sejumlah Rp. 391.447.320 di antaranya, barang yang mengandung unsur pornografi dan barang asusila lainnya yang melanggar UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, cerutu, tembakau, rokok, cairan rokok elektrik, dan MMEA yang merupakan pembatasan impor melalui barang kiriman sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 199/PMK.010/2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak atas Impor Barang Kiriman, obat, suplemen, dan kosmetik yang tidak memenuhi izin impornya sesuai dengan Peraturan Badan POM Nomor 15 tahun 2020,  part senjata yang tidak memenuhi izin impor sesuai Perkapolri Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga, alas kaki yang melebihi batas ketentuan sesuai dengan Pasal 26 huruf o Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik, Serta Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga, handphone yang melebihi batas ketentuan sesuai dengan Pasal 19 huruf c Permendag nomor 87/M-DAG/PER/10/2015 Jo. Permendag nomor 12 tahun 2018 Jo. Permendag nomor 121 tahun 2018 Jo. Permendag 24 tahun 2019, tanaman dan tumbuhan lainnya yang memerlukan Izin Karantina Tumbuhan Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2002 tentang Kanrantina Tumbuhan, olahan daging dan hewan lainnya yang memerlukan izin karantina hewan sesuai PP 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan, dan part kendaraan bekas dan barang bekas lainnya yang tidak memenuhi izin impor sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 48 tahun 2015 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *